BeritaDaerah

Polda Sulbar Gelar Pelatihan Manajemen Risiko, Bekali Personel Antisipasi Potensi Masalah

11
×

Polda Sulbar Gelar Pelatihan Manajemen Risiko, Bekali Personel Antisipasi Potensi Masalah

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Kepolisian Daerah Sulawesi Barat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggotanya melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi.

Kali ini, Polda Sulbar menggelar Pelatihan Manajemen Risiko yang berlangsung di Ballroom Hotel D’Maleo Mamuju, Kamis (7/5/26).

Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat utama dan personel yang ditunjuk, dengan tujuan membekali peserta kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola potensi risiko dalam setiap pelaksanaan tugas maupun kegiatan organisasi.

Acara dibuka dengan penyampaian materi awal oleh Irwasda Polda Sulbar. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang dapat berdampak terhadap tujuan organisasi, yang terdiri dari unsur kejadian, kemungkinan terjadi dan dampaknya.

“Setiap kegiatan pasti memiliki risiko. Contoh sederhananya seperti risiko kebakaran di SPBU atau bahaya penggunaan HP saat mengisi BBM. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah pencegahan sejak dini,” tutur Irwasda.

Lebih lanjut dijelaskan, manajemen risiko sangat krusial dalam pelayanan publik untuk menjaga kualitas dan reputasi instansi. Risiko dinilai secara kualitatif dan kuantitatif untuk menentukan prioritas penanganan. Pengelolaan ini menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pimpinan hingga pelaksana, agar kerja lebih efektif dan siap menghadapi audit.

Sementara itu, Kapolda, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, hadir langsung dan menekankan betapa pentingnya ilmu manajemen risiko ini. Menurutnya, ilmu ini memiliki nilai yang sangat mahal dan bermanfaat besar dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas.

“Dalam setiap perjalanan dan kegiatan pasti ada risiko. Kita harus paham dan mampu mengantisipasinya. Hari ini bukan hanya kalian yang belajar, saya pun belajar bersama. Ilmu ini harus disampaikan kembali ke seluruh jajaran,” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengaitkan materi ini dengan prinsip dasar tugas kepolisian yaitu “CUMEMU” (Cuaca, Medan, Musuh).

“Manajemen risiko itu intinya mengenali diri sendiri dan mengenali lingkungan. Jika salah paham situasi, maka tindakan yang diambil pun bisa salah. Mari kita buka hati dan pikiran, serap ilmunya sebaik mungkin,” tambahnya.

Materi utama kemudian disampaikan oleh pemateri dari Biro Kajian dan Pengembangan Lemdiklat Polri. Narasumber menjelaskan penerapan manajemen risiko sesuai standar internasional (ISO), yang berlandaskan pada prinsip, kerangka kerja dan proses.

Dijelaskan bahwa manajemen risiko bersifat proaktif, dilakukan sebelum masalah terjadi. Melalui contoh kasus seperti kebakaran hotel hingga tragedi Kanjuruhan, dipaparkan bagaimana risiko harus dipetakan sejak awal, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Ada lima tahapan utama yang diajarkan:

1. Penetapan Konteks

2. Identifikasi Risiko

3. Analisis Risiko

4. Evaluasi Risiko

5. Penanganan Risiko (Mitigasi, Transfer, Terima atau Hindari)

Narasumber juga menegaskan bahwa tujuan akhirnya bukan hanya sekadar membuat dokumen, melainkan membentuk budaya sadar risiko di setiap individu agar setiap tindakan selalu mempertimbangkan dampak dan keamanan.

Di akhir kegiatan, Kapolda Sulbar menyampaikan kesan dan pesan penutupnya. Ia mengaku pikirannya terbuka dan sadar bahwa selama ini perencanaan dan manajemen risiko memiliki peran sangat vital yang mungkin selama ini kurang diperhatikan.

“Hari ini luar biasa. Saya sadar kita harus lebih profesional dan mampu mengukur kemampuan dalam menyusun rencana. Terima kasih kepada panitia, kegiatan ini sangat bermanfaat. Harapan saya, ilmu manajemen risiko ini tidak hanya kita pelajari, tapi benar-benar kita asah dan kita terapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” tutup Kapolda.

Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif, diharapkan mampu meningkatkan kesiapan personel Polda Sulbar dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *