AdvertorialBeritaDaerah

Pemprov Sulbar Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan

24
×

Pemprov Sulbar Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat koordinasi dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan keagamaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Tahun 2027. Ini juga menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka.

Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Bidang Bimas Katolik bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Junda Maulana, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (12/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, hadir langsung bersama jajaran terkait. Kehadiran Murdanil menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi pemerintah daerah dalam mendukung agenda keagamaan di Sulawesi Barat.

Pembahasan difokuskan pada berbagai persiapan serta langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Pesparani 2027 dapat dipersiapkan secara matang, terkoordinasi, dan berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Murdanil menyampaikan bahwa persiapan sejak dini sangat penting agar pelaksanaan Pesparani 2027 dapat berlangsung optimal.

Menurutnya, diperlukan sinergi lintas perangkat daerah dan pihak terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan secara terencana.

“Koordinasi dan persiapan yang matang menjadi kunci agar pelaksanaan Pesparani 2027 dapat berjalan dengan baik. Pemerintah daerah tentu akan terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Sulawesi Barat,” ujar Murdanil.

Melalui koordinasi tersebut, Pemprov Sulawesi Barat berharap persiapan Pesparani 2027 dapat dilakukan secara bertahap dan terarah, sehingga seluruh rangkaian kegiatan nantinya mampu terlaksana dengan sukses serta memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *