Mamuju (pelitapagi.com) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memutuskan untuk tidak menggelar perayaan besar dalam rangka memperingati Hari Jadi Sulbar ke-22. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, rangkaian peringatan tahun ini lebih difokuskan pada kegiatan sosial yang melibatkan lintas elemen masyarakat.
Sekda Sulbar Junda Maulana mengatakan meski kondisi daerah masih memiliki keterbatasan, hari jadi tetap perlu diperingati sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus melihat kembali apa yang sudah dikerjakan pemerintah.
“Intinya bahwa dalam kondisi daerah kita ini yang mungkin ada keterbatasan, tapi hakikat daripada perayaan hari jadi itu, itu menjadi penting, karena itu menjadi momen untuk pertama, bersyukur, kemudian yang kedua itu, introspeksi atau mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan,” kata Junda usai memimpin rapat persiapan Hari Jadi ke-22 Sulbar di Kantor Gubernur Sulbar, Jumat 4 September 2026.
Kata Junda, rangkaian kegiatan yang disiapkan tidak banyak mengandalkan acara seremonial. Pemprov Sulbar akan mengajak pemerintah kabupaten dan masyarakat ikut dalam sejumlah kegiatan sosial.
Di antaranya bersih-bersih yang akan digelar di seluruh kabupaten, donor darah, serta pasar murah. Ada pula sejumlah lomba yang diperuntukkan bagi masyarakat.
“Kita ini tadi mempersiapkan acara-acara yang sangat-sangat sederhana yang tidak memakan begitu besar biaya, kita melibatkan selain ASN, pegawai Pemprov kita melibatkan pemerintah kabupaten, kita melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Untuk upacara hari jadi, kata Junda, Pemprov Sulbar juga mengundang instansi vertikal dan kelompok masyarakat. Peserta akan mengenakan pakaian adat.
“Pakaian adat dari Kalumpang dari Mamasa atau juga pakaian-pakaian adat dari daerah daerah lain di Nusantara, karena Sulawesi Barat inikan Indonesia mini,” katanya.
Kegiatan dijadwalkan mulai pada pekan kedua September dan berlangsung hingga puncak Hari Jadi Sulbar pada 22 September 2026.
Junda mengatakan pelibatan pihak di luar pemerintah menjadi salah satu pembeda perayaan tahun ini, terutama untuk kegiatan bakti sosial.
“Tahun ini kita lebih banyak melibatkan dari unsur-unsur stakeholder lainnya dalam kegiatan ini, utamanya dalam kegiatan-kegiatan bakti bakti sosial itu,” pungkasnya.












