Mamuju (pelitapagi.com) Baru-baru ini pemeribtah melakukan kebijakan dengan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Hal ini menimbulkan berbagai respon di masyarakat.
Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Barat, Misbahuddin menilai kenaikan BBM nonsubsidi dipicu oleh konflik global di timur Tengah yang bekepanjanga sehingga mengakibatkan lonjakan minyak global.
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut pasti akan berdampak pada beberapa sektor termasuk pasar tradisional maupun pasar moderen,”ungkap Misbahuddin, Jumat 1 Mei 202y
Lebih lanjut dikatakan, kenaikan harga bbm tersebut juga berdampak pada harga kebutuhan pokok yang akhir-akhir ini mengalami kenaikan, termasuk bawan, cabe dan lainnya.
“Bagi kami ini perlu diminimalisisr dampaknya, jangan sampai membuat masyarakat makin menjerit dengan daya beli bahan pokok yang makin tinggi,”ujar Misbahuddin
Olehnya kata dia, kontrol kepada pemerintah mesti lebih diperketat dan lebih ekstra, sebab dikhawatirkan akan mengakibatkan BBM subsidi menjadi sasaran akses untuk kelas menengah. (*)







