Mamuju (pelitapagi.com) Ragam respon dimomentum hari pendidikan yang setiap tahunnya diperingati pada 2 Mei.
Ketua PKC PMII Sulbar, Asrul Alqausar menyebut Hari Pendidikan Nasional buka sekedar seremonial melainkan mometum refleksi wajah pendidikan hari ini. Dibalik jargon-jargon “mencerdaskan kehidupan bangsa” , masih ada kenyataan pahit yang harus kita sadari bahwa ribuan anak di pelosok negeri terpaksa putus sekolah karena kemiskinan, akses terbatas dan ketidakadilan struktur.
“Potret pendidikan kita masih timpang disatu sisi ada sekolah yang memiliki fasilitas modern tapi di sisi lain ada juga ruang kelas yang tida memadai bahkan kekurangan guru,”ungkap Alqa sapaan akrabnya
“Saya melihat pendidikan bukan hanya hak tetapi juga pintu untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Namun, ketika hak itu dirampas oleh keadaan, kita sedang menyiapkan generasi yang kehilangan kesempatan untuk bermimpi,”sambungnya
Lebih lanjut dikatakan, anak-anak putus sekolah bukan sekedar angka staistik tapi mereka adalah wajah masa depan bangsa yang terancam redup.
Seperti yang ditegaskan Paulo Freire “Pendidikan tidak mengubah dunia, Pendidikan mengubah orang dan oranglah yang akan mengubah dunia” kutipan ini mengingatkan kita bahwa setiap anak yang kehilangan akses pendidkan berarti kita kehilangan satu agen perubaha bagi masa depan bangsa.
“Harapa saya, hari pendidikan nasional hari ini harus menjadi alarm bagu pemerintah, masyarakat dan dunia usaha untuk bergandengan tangan. Pendidika harus dipandang sebagai investasi utama, bukan beban anggaran. Kita perlu memastika setiap anak tanpa terkecuali bisa duduk di bangku sekolah dan merasakan lingkungan belajar yang aman serta bermutu,”jelas Alqa
“Kita juga tidak bisa menutup mata terhadap kesejahteraan guru. Guru adalah ujung tombak pendidikan, tetapi banyak dari mereka masih bergulat dengan gaji rendah, status kerja tidak jelas dan beban administrasi yang menumpuk. Bagaimana mungkin kita berharap lahirnya generasi emas jika para pendidik sendiri tidak dihargai secara layak?. Kesejahteraan guru adalah syarat mutlak bagi kualitas pendidikan karna tanpa itu semangat mengajar akan terus terkikis,”demikian Alqa (*)






