Mamuju (pelitapagi.com) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan Manajer PT. PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Barat, Heryanto, yang baru menjabat. Pertemuan berlangsung di Kantor PLN UP2K Sulbar di Mamuju pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, bersama Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan serta Pelaksana Bidang Ketenagalistrikan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi dan koordinasi yang lebih erat dalam mendukung program ketenagalistrikan di Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan itu, Manajer PT. PLN UP2K Sulbar, Heryanto, memaparkan rencana pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di Sulbar pada tahun 2026 yang akan menyasar 84 lokasi. Empat di antaranya merupakan desa baru yang sama sekali belum memiliki jaringan listrik PLN, yaitu Desa Ulumambi dan Sikamase di Kecamatan Bambang, Desa Pangandaran di Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, serta Desa Siraun di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju. Sisanya merupakan desa-desa lama dengan sasaran dusun-dusun yang hingga kini masih belum menikmati aliran listrik dari PLN.
Heryanto juga mengungkapkan bahwa lokasi yang sempat viral di media sosial, yakni Dusun Marende dan Cendana Desa Kaleok, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, akan segera dibangun jaringan listrik. Sementara untuk Dusun Tandipura dan Atolibani, masih dalam proses perizinan karena berada di kawasan hutan lindung. Menariknya, meskipun target Lisdes 2026 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 baru mencakup 8 dusun dengan rincian calon pelanggan 797 sambungan pelanggan, jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 44,07 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) 14,49 kms, dan gardu 500 kVA, namun PLN berkomitmen untuk mempercepat eksekusi di tahun 2026 ini hingga mencapai 84 lokasi.
Di sisi lain, Heryanto juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan yang sebagian besar rusak dan ekstrem serta beberapa lokasi masuk dalam kawasan hutan. Oleh karena itu, pihak PLN meminta dukungan gubernur dan bupati melalui Dinas PUPR dan DLHK Provinsi Sulawesi Barat untuk dapat membangun akses jalan menuju lokasi pembangunan Lisdes, guna memperlancar distribusi material dan mempercepat penyelesaian proyek sesuai dengan kewenangan masing-masing serta membantu percepatan proses pengurusan izin melintasi kawasan hutan untuk 13 Lokasi yang masuk dalam rencana 2026 ini.
Menanggapi paparan tersebut, Qamaruddin Kamil menyampaikan bahwa saat ini Sulawesi Barat masih memiliki 18 desa yang belum berlistrik PLN. Ia mengapresiasi langkah PLN yang pada tahun ini akan mengeksekusi 4 desa baru dan berharap manajer baru dapat senantiasa membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam percepatan pembangunan Lisdes. Ia juga menyoroti kondisi kelistrikan di Pulau Karampuang yang berstatus sebagai wilayah usaha ketenagalistrikan.
Qamaruddin Kamil mengungkapkan bahwa pasokan listrik di pulau tersebut hanya menyala maksimal 4–5 jam per hari. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat saat ini tengah meminta kepada pengelola Wilayah Usaha (Wilus) PT. Karampuang Multi Daya untuk segera memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat seiring pertambahan penduduk. Jika tidak segera ditangani, Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pengelola wilayah usaha tersebut.
Secara terpisah, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menyampaikan ucapan selamat datang di Sulawesi Barat kepada Manajer PT. PLN UP2K Sulbar yang baru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan PLN dalam menyelesaikan berbagai tantangan elektrifikasi di daerah. Hal ini sejalan dengan Pancadaya, yang menjadi arah pembangunan yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka untuk mewujudkan Visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,”.
“Melalui program Listrik Desa dan bantuan penyambungan listrik rumah tangga miskin, diharapkan target penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat tercapai,” kata Bujaeramy.
Bujaeramy berharap pembangunan ketenagalistrikan dan Listrik Desa dapat berjalan tepat waktu serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan perbatasan, demi mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.






