AdvertorialBeritaDaerah

Kasus Stunting di Mamuju Meningkat, Diharapkan Kolaborasi Semua Pihak

13
×

Kasus Stunting di Mamuju Meningkat, Diharapkan Kolaborasi Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Sebagai upaya memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan srunting, Pemerintah Kabupaten Mamuju gencarkan monitoring dan pastikan pelaksanaan Taki Asuh Stunting berjalan optimal dan tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Bupati Mamuju, St Sutinah Suhardi, pada acara Monitoring Taki Asuh Stunting Tingkat Kabupaten Mamuju yang digelar di Lantai 3 Kantor Bupati Mamuju yang dihadiri Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Yuki Permana, Ketua DRRD Mamuju, Syamsuddin Hatta, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahidah Paheng, Unsur Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah, Desa dan Kepala Puskesmas
Sutinah mengatakan, Stunting bukan sekedar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usianya. Lebih dari itu, stunting merupakan ancaman terhadap kualitas sumberdaya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan dalam perkembangan fisik, kemampuan belajar, produktivitas, bahkan berpengaruh terhadap daya saing bangsa di masa mendatang.

“Sesuai dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Mamuju yaitu intervensi penurunan stunting maka saya sangat mengharapkan peran serta bapak dan ibu yang menjadi orang tua asuh anak stunting untuk berperan aktif ikut menurunkan angka stunting anak asuhnya. Begitu juga peran serta maksimal tenaga lapangan keluarga berencana dan kader-kader pembantu yang ada di lapangan utuk mengawal program Taki Asuh Stunting karena permasalahan stunting ini tidak hanya di selesaikan melalui pemenuhan bahan pangan bergizi saja tetapi harus berinteraksi dengan program lainnya.

Sutinah juga menghimbau kepada para Orang Tua Asuh untuk Lingkup Pemkab. Mamuju agar kembali aktif dan turun ke lapangan. Kita Harus lebih semangat lagi ke lokus kegiatan Taki Asuh Stunting sehingga angka stunting di Kabupaten Mamuju dapat menurun.

Saat ini program Taki Asuh Stunting hanya diperuntukkan untuk Lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju, melalui momentum ini Bupati Mamuju mengajak lembaga Vertikal BKKBN Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan teman-teman di DPRD Kabupaten Mamuju agar turut mengambil peran menjadi Orang Tua Asuh. Kolaborasi semua stakeholders diharapkan dapat menurunkan Angka anak stunting di Kabupaten Mamuju, yang saat ini baru sekitar 1000 anak yang diintervensi.

Salah satu agenda penting diharapkan dapat mendeteksi secara dini anak yang terkena stunting adalah, Grebek Stunting. Kegiatan ini adalah mendatangi secara langsung orang tua anak yang mempunyai anak balita agar menandatangi Posyandu setiap bulan untuk menimbang anaknya. Melalui kunjungan rutin ke Posyandu juga akan dapat meningkatkan realisasi kunjungan, karena sampai saat ini hanya mencapai lima puluh persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *