Mamuju (pelitapagi.com) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi, menghadiri sekaligus membuka Lomba Mewarnai Tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026, Minggu 16 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Harsinah Suhardi menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir bersama anak-anak untuk mengikuti kegiatan lomba mewarnai sebagai bagian dari rangkaian peringatan HAN tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
Ia menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya memenuhi hak-hak anak.
“Hari Anak Nasional bukan sekadar sebuah peringatan, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak dicintai, dilindungi, didengar, dan diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang,” ujar istri Gubernur Suhardi Duka (SDK) ini.
Menurutnya, melalui tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, seluruh pihak perlu memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak.
Kepada para peserta lomba, Harsinah berpesan agar tidak takut dalam berkreasi dan tidak perlu khawatir ketika menggunakan warna yang berbeda.
“Tidak perlu takut salah warna, tidak perlu takut berbeda, karena setiap anak itu unik dan memiliki cara sendiri untuk mengekspresikan dirinya,” katanya.
Ia juga mengajak anak-anak untuk berani mencoba, berani berkreasi, serta tidak takut memiliki cita-cita dan impian.
Harsinah menekankan bahwa hal terpenting dalam kegiatan tersebut bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana anak-anak dapat menikmati proses, bermain dengan gembira, bertemu teman baru, serta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.
“Tidak perlu menjadi seperti orang lain untuk menjadi hebat. Jadilah diri kalian sendiri,” pesannya.
Di hadapan para orang tua dan guru, Harsinah juga mengajak seluruh pihak untuk menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Ia meminta agar suara dan pendapat anak didengar serta anak-anak dilindungi dari kekerasan dan diskriminasi.
“Mari kita dengarkan suara mereka, hargai pendapat mereka, lindungi mereka dari kekerasan dan diskriminasi, serta berikan ruang bagi mereka untuk tumbuh, berkembang, dan meraih cita-cita karena membangun masa depan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Ia berharap Sulawesi Barat dapat terus menjadi daerah yang ramah anak, sehingga setiap anak merasa nyaman, dihargai, dan memiliki keberanian untuk bermimpi.
Harsinah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Harsinah memberikan semangat kepada seluruh peserta lomba.






