BeritaDaerah

Dinas Pangan Sulbar Dorong Konsumsi B2SA di Mamasa, Dukung Program PASTIPADU dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

12
×

Dinas Pangan Sulbar Dorong Konsumsi B2SA di Mamasa, Dukung Program PASTIPADU dan Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini

MAMASA (pelitapagi.com) Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Pengetahuan dan Pemahaman serta Praktik Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan ini merupakan dukungan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat terhadap Program Penanganan Stunting Terpadu (PASTIPADU) dan penanganan kemiskinan ekstrem yang menjadi salah satu program prioritas Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Melalui edukasi pangan dan gizi, kegiatan ini diharapkan turut memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan juga sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan ketahanan pangan, perbaikan gizi masyarakat, serta pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Peserta bimtek terdiri dari TP PKK Desa Taupe, kader posyandu, bagian gizi, serta Dinas Pangan Kabupaten Mamasa. Turut hadir Kepala Dinas Pangan Kabupaten Mamasa, Suriani T. Dellumaju, dan Kepala Desa Taupe, Demianus Demmarua.

Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menyusun menu keluarga yang bergizi seimbang dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan keluarga, perbaikan gizi, serta peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Nugroho Hamid, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

“Saya berharap seluruh peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga penerapan pola konsumsi B2SA semakin meluas di tengah masyarakat,” kata Nugroho.

Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari ketersediaan pangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan yang memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Mamasa, Suriani T. Dellumaju, secara resmi membuka kegiatan Bimtek Penyusunan Menu B2SA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Desa Taupe.

Menurutnya, bimtek menjadi sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyusunan menu bergizi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Ia juga mengajak seluruh peserta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Desa Taupe, Demianus Demmarua, turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan bimtek sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *