Jakarta (pelitapagi.com) Anjungan Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan kekayaan seni dan budaya daerah melalui kolaborasi aktif bersama Forum Komunikasi Anjungan Daerah (FOKAD).
Sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan sinergi antar anjungan daerah, FOKAD berperan penting dalam mendorong promosi budaya Nusantara secara terpadu dan berkelanjutan.
Berbagai kegiatan kolaboratif secara rutin dilaksanakan oleh FOKAD, mulai dari rapat kerja nasional (Rakernas), pentas seni, pameran budaya, hingga kegiatan kebugaran bersama. Aktivitas tersebut banyak digelar di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai pusat representasi budaya Indonesia.
Pada Selasa, 28 April 2026, Ketua FOKAD, Natslis Eny, yang juga menjabat sebagai Kepala Anjungan Provinsi NTT, menginisiasi kegiatan “Diskusi Santai” yang dihadiri oleh seluruh Kepala Anjungan Provinsi se-Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Anjungan Provinsi NTT ini membahas dua agenda besar promosi budaya nasional tahun 2026, yaitu Kolaborasi Parade Budaya bersama Angkasa Pura dan event nasional COCF Kota Tua 2026.
Dalam forum tersebut, Anjungan Provinsi Sulawesi Barat turut aktif memberikan kontribusi pemikiran guna memastikan kedua agenda tersebut dapat terselenggara lebih matang, atraktif, dan inovatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sebelumnya juga menjadi fokus utama, sebagai upaya perbaikan berkelanjutan dalam menghadirkan sajian budaya yang edukatif sekaligus menarik bagi masyarakat.
Kolaborasi yang solid antar stakeholder menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Anjungan Provinsi Sulawesi Barat memandang bahwa perencanaan yang terstruktur dan komunikasi yang efektif antar mitra akan menghasilkan program promosi budaya yang lebih berdampak luas.
Kasubid Promosi, Informasi dan Investasi Anjungan Provinsi Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, menyampaikan Diklat Anjungan Provinsi Sulawesi Barat akan terus mendukung segala kegiatan kolaboratif promosi seni dan budaya dengan FOKAD.
“Upaya ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat Gemilang Sukma agar Diklat Seni dan Budaya menjadi wadah nyata untuk merepresentasikan menawannya seni dan budaya Provinsi Sulawesi Barat di Ibukota Negara Indonesia,” kata Nurul.
Ia menambahkan, melalui Parade Budaya yang berkelanjutan bisa memotivasi anak Diklat dan pelaku seni untuk berkreasi dan berkesenian dengan tulus dan totalitas, agar secara konkret mendukung upaya pelestarian seni dan budaya Indonesia. Hal ini sejalan dengan Program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yaitu Membangun SDM yang Unggul dan Berkarakter”.
Sementara itu, Ketua FOKAD, Natslis Eny, menegaskan bahwa setiap kegiatan promosi budaya memiliki tantangan tersendiri. Namun demikian, semangat optimisme harus terus dijaga agar pelestarian seni dan budaya Indonesia dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Kita harus selalu optimis untuk bisa menyajikan semua Giat Budaya dengan maksimal, agar seni dan budaya Indonesia bisa selalu kita lestarikan dan jaga dengan sebaik-baiknya, serta melalui segala kegiatan seni dan budaya yang di support FOKAD,” kata Natslis Eny.
“Saya selalu yakin promosi seni dan budaya bisa selalu bernilai lebih dan berkelanjutan, karena FOKAD bagian penting dari perjalanan perkembangan dan pelestarian budaya Indonesia,” imbuhya.






