JAKARTA (pelitapagi.com) Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pengembangan sektor hortikultura. Upaya tersebut diwujudkan dengan melakukan kunjungan koordinasi ke Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule. Dalam pertemuan membahas strategi penguatan produksi hortikultura, khususnya komoditas strategis yang berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah, mewujudkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Sulawesi Barat yang mandiri, produktif, dan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi hortikultura. Menurutnya, pengembangan komoditas hortikultura harus dilakukan secara terencana mulai dari penyediaan benih, pengembangan kawasan produksi, hingga penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga sepanjang tahun dan mampu menekan gejolak harga di pasar.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah Gerakan Menanam Komoditas Bawang Putih sebagai program prioritas nasional. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat terus ditekan. Pemerintah daerah didorong untuk mulai memetakan potensi lahan, menyiapkan kelompok tani, memperkuat pendampingan teknis, serta membangun sinergi lintas sektor agar pengembangan bawang putih dapat berjalan secara optimal.
Sulawesi Barat dinilai memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam mendukung program tersebut melalui pengembangan komoditas hortikultura yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Dengan dukungan pemerintah pusat, pengembangan kawasan hortikultura diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, menyampaikan bahwa sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan bersama TPID merupakan langkah nyata untuk memperkuat perencanaan pengembangan komoditas pangan strategis di Sulawesi Barat.
“Penguatan hortikultura menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat agar potensi komoditas hortikultura di Sulawesi Barat dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah,” ujar Suyuti.
Ia menambahkan, Dinas Pangan Sulawesi Barat akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung pengembangan komoditas strategis, termasuk melalui pemetaan potensi wilayah, penguatan distribusi pangan, serta penyediaan data pangan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Koordinasi ini juga menjadi bagian dari strategi TPID Sulawesi Barat dalam menjaga stabilitas harga pangan melalui penguatan sektor hulu hingga hilir. Dengan produksi yang meningkat, distribusi yang lancar, dan koordinasi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan inflasi pangan dapat dikendalikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung kemandirian pangan nasional.












