BeritaDaerah

TTX Respons KLB Campak di Polewali Mandar, DKPPKB Sulbar Dorong Penguatan Surveilans dan Imunisasi

14
×

TTX Respons KLB Campak di Polewali Mandar, DKPPKB Sulbar Dorong Penguatan Surveilans dan Imunisasi

Sebarkan artikel ini

Polman (pelitapagi.com) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan Table Top Exercise (TTX) Respons Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Polewali Mandar pada 9-10 Juni 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI tersebut sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi wabah campak.

Partisipasi DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dalam kegiatan itu sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, dalam upaya mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, unggul, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta penguatan sistem ketahanan kesehatan daerah.

Melalui simulasi respons KLB campak, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan koordinasi dalam menghadapi berbagai ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, DKPPKB Sulbar melalui Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi turut memberikan masukan terkait penguatan sistem surveilans berbasis kasus, peningkatan kualitas data imunisasi, investigasi kasus, serta strategi komunikasi risiko kepada masyarakat. Diskusi dan simulasi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi KLB campak.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan TTX sangat penting untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam melakukan deteksi dini, respons cepat, dan penanganan kasus secara terpadu apabila terjadi peningkatan kasus campak yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa. Menurutnya, penguatan program imunisasi rutin dan surveilans merupakan langkah strategis dalam mencegah terjadinya wabah campak di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL) DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Muhammad Ihwan, menegaskan bahwa kegiatan TTX menjadi sarana untuk menguji kesiapan sistem respons daerah, memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing sektor, serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi saat terjadi KLB campak.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat dalam meningkatkan cakupan imunisasi sebagai upaya pencegahan utama terhadap penyakit campak.

Melalui kegiatan TTX ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penanggulangan KLB campak sehingga respons yang dilakukan dapat berjalan cepat, tepat, terkoordinasi, dan efektif guna melindungi kesehatan masyarakat Kabupaten Polewali Mandar dan Sulawesi Barat secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *