AdvertorialBeritaDaerah

Sutinah: Hut Mamuju ke-486 Jadi Momentum Evaluasi Perjalanan Pembangunan Mamuju

23
×

Sutinah: Hut Mamuju ke-486 Jadi Momentum Evaluasi Perjalanan Pembangunan Mamuju

Sebarkan artikel ini

MAMUJU (pelitapagi.com) Pada perayaan puncak HUT Mamuju, ke-486, Bupati Mamuju dan jajarannya menggelar Ramah Tamah di Aula Lantai III Kantor Bupati Mamuju, Selasa, 14 Juli 2026.

Acara tersebut turut hadir Gubernur Sulawesi Barat para mantan Bupati Mamuju, bupati majene, dan perwakilan Pemerintah Kabupaten se-Sulawesi Barat, Maradika Mamuju serta perangkat adat, pimpinan instansi vertikal, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya

Dalam sambutannya Bupati Mamuju, St. Sutinah Suhardi mengatakan peringatan hari jadi tidak sekedar menjadi acara seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Ditambahkan, rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-486 dirancang lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan sosial, olahraga tradisional, aksi peduli lingkungan, hingga pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Sutinah juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga identitas budaya lokal. Salah satu upayanya adalah meluncurkan buku Taki Maqbahasa Mamuju yang akan dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran muatan lokal di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju mencanangkan gerakan “Selasa Maqbahasa Mamuju” untuk mendorong penggunaan bahasa daerah di lingkungan pemerintahan dan satuan pendidikan.

Menurut Sutinah, langkah tersebut diperlukan mengingat Mamuju berkembang sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Pelestarian bahasa daerah dinilai penting agar identitas budaya Mamuju tetap terjaga di tengah perkembangan daerah.

Bupati juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif. Salah satunya adalah kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mamuju dari 71,77 menjadi 72,74.
Menutup sambutannya, Sutinah mengutip kalimat bijak berbahasa Mamuju tentang pentingnya gotong royong yang dibaratkan sebatang lidi yang tidak memiliki kekuatan apabila berdiri sendiri, tetapi menjadi bermanfaat ketika disatukan dalam simpul kebersamaan.
U’de Ma’guna Kagie Sambatang,
Su’be kale Mangganna’i
U’de Malammor Nipe’uja’i Saba’ Parallu Nisijamai
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan Pemerintah Daerah menghadapi tantangan fiskal akibat berkurangnya transfer dana dari Pemerintah Pusat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten didorong meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Menurut SDK, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas Pemerintah Provinsi, termasuk melalui perluasan cakupan Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *