Mamuju (pelitapagi.com) Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bergiliran memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 di hadapan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK).
Pemaparan RKA tersebut digelar di Ruang Gubernur Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu 16 September 202, yang dipimpin langsung Gubernur Suhardi Duka, didampingi Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana.
Pemaparan dilakukan sebelum Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2027 diserahkan ke DPRD Sulbar.
Sekda Sulbar Junda Maulana mengatakan, Gubernur ingin melihat rencana program dan kegiatan yang disusun masing-masing OPD sebelum dokumen tersebut diserahkan.
“Kegiatan hari ini, kita mau melihat apa rencana program kegiatan di masing masing OPD untuk tahun 2027,” kata Junda.
Junda mengatakan program yang disusun OPD diarahkan agar anggaran yang dialokasikan benar-benar berkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Gubernur, kata Junda, ingin agar belanja yang dinilai tidak produktif dikurangi, sementara anggaran yang manfaatnya dirasakan masyarakat menjadi perhatian.
“Harapan Pak Gubernur bahwa anggaran anggaran yang di program itu betul-betul untuk bisa langsung menjawab tantangan permasalahan permasalahan yang ada, kita mengurangi belanja belanja yang tidak produktif, tapi kita fokuskan di belanja belanja yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.
Junda menjelaskan, penyusunan RAPBD 2027 masih mengacu pada pola anggaran tahun berjalan karena kondisi fiskal untuk tahun depan belum sepenuhnya diketahui. Jika terdapat perubahan, susunan program dan belanja akan kembali disesuaikan.
“Kalau anggaran itu sama atau berkurang dari tahun ini, maka akan kita di rasionalisasikan lagi,” jelasnya.
Junda mengatakan program yang masuk dalam anggaran tetap diarahkan pada prioritas pembangunan dan memberikan dampak kepada masyarakat.
“Intinya apa kita mengharapkan bahwa prioritas prioritas pembangunan itu kita pertajam. Kemudian pengelolaan anggaran itu kita maksimalkan, kita efisienkan yang penting adalah berdampak kepada masyarakat, itu kunci utamanya itu,” pungkasnya.












