Mamuju (pelitapagi.com) Malaqbi Institute berkolaborasi dengan Oerip Indonesia dan dukungan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Pemprov Sulbar sukses menyelenggarakan event Jiwa Wastra Sulawesi Barat yang digelar 17-19 April 2026 di pelataran Landscape Kota Mamuju.
Kegiatan yang berlangsung tiga hari itu, Menghadirkan pameran tenun Sulawesi Barat, workshop dan diskusi budaya, Fashion Show, museum wastra, pentas seni budaya hingga menghadirkan pegiat Ekraf dan UMKM.
Founder Jiwa Wastra Sulawesi Barat, sekakigus inisiator Event, Abdi Latif usai penutupan gelaran event tersebut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya event tersebut. Ia berharap gelaran serupa bakal lebih besar dan meriah di tahun berikutnya.
“Harapan kami event selanjutnya dapat mengundang semua pengrajin wastra yang ada di sulawesi. Jika kemarin kita menggelar fashion show menghadirkan 30 model, mungkin saja tahun depan bisa 100 atau 200 orang yang akan berparade didepan kita. Tahun depan kita berharap dapat melaksanakan ini lebih besar, jika tahun ini hanya tiga hari, mungkin tahun depan dapat kita laksanakan sepekan dengan memanfaatkan space dan ruang yang ada di Mamuju,” paparnya.
Berdasarkan data yang didapatkan, selama gelaran event Jiwa Wastra berlangsung, perputaran ekonomi mencapai ratusan juta rupiah dengan omzet keseluruhan live shopping mencapai 263 juta, penjualan kain tenun 42 juta dan Omzet UMKM 32 Juta.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri, Investasi, dan Pemasaran Pariwisata Dispoparekraf Sulbar, Abdi Yansya Hijrah menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksana kegiatan, ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pegiat seni kreatif dapat terus dilanjutkan.
“Idealnya kita akan terus berdiskusi dengan teman-teman komunitas untuk dapat melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif karena biasanya kami dari sisi pemerintahan itu sifatnya formalistik, jadi biasanya ide-ide itu lahir dari teman-teman komunitas kreatif,” ungkapnya
“Kita berharap event ini mampu membawa multiplayer effect bagi para pengrajin dan pelaku-pelaku UMKM,” pungkasnya








