BeritaDaerahKesehatan

Dosen Poltekes Mamuju Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan Deteksi Dini KEK Pada Bumil

17
×

Dosen Poltekes Mamuju Tingkatkan Kapasitas Kader Kesehatan Deteksi Dini KEK Pada Bumil

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi dan upskilling bagi kader kesehatan di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 24 Juli 2026 tersebut bertajuk Pemberian Edukasi dan Upaya Upskilling Kader Kesehatan dalam Deteksi Dini Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil” sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi risiko KEK pada ibu hamil sejak dini.

Kegiatan ini dipimpin oleh Rizki Dyah Haninggar, M.Keb selaku ketua tim pelaksana, bersama dua anggota tim, yakni Yulianti Anwar, S.ST., M.Keb dan Erna Amin, S.ST., M.Keb, serta melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Kebidanan. Sebanyak 20 kader kesehatan mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas mereka dalam melakukan deteksi dini risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil di tingkat masyarakat.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Puskesmas Tampa Padang, Bidan Koordinator, serta Lurah Sinyonyoi beserta jajaran pemerintah kelurahan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil di wilayah Kelurahan Sinyonyoi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Lurah Sinyonyoi Bapak Ihsan S.IP, dan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Hasil pengukuran awal tersebut menjadi dasar dalam penyampaian materi edukasi yang disusun secara sistematis dan berbasis bukti ilmiah.

Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai definisi KEK, faktor risiko, dampak terhadap kesehatan ibu dan janin, hingga pentingnya deteksi dini di tingkat komunitas. Materi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam pemantauan kondisi ibu hamil di lingkungan tempat tinggal mereka.

Tidak hanya menerima materi secara teoritis, para kader juga mengikuti pelatihan praktik pengukuran antropometri. Melalui sesi ini, peserta dibimbing melakukan pengukuran secara benar dan akurat sebagai bagian dari proses skrining awal terhadap ibu hamil yang berisiko mengalami KEK. Keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan identifikasi dini sehingga penanganan maupun rujukan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi dan pelatihan. Evaluasi ini menjadi indikator efektivitas program dalam meningkatkan kompetensi kader kesehatan di lapangan.

Pada akhir kegiatan, tim pengabdian turut menyerahkan hibah berupa alat antropometri yaitu stadiometer dan pengukur pita LiLa kepada kader kesehatan Kelurahan Sinyonyoi. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam mendukung kegiatan pemantauan kesehatan ibu hamil serta memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah kerja setempat.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mamuju berharap kader kesehatan di Kelurahan Sinyonyoi semakin terampil dan percaya diri dalam mendeteksi dini kasus KEK pada ibu hamil, sehingga dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka risiko kesehatan ibu dan bayi di wilayah Kecamatan Kalukku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *