BeritaDaerah

DKP Sulbar Matangkan Perencanaan APBD 2027, Fokus Efisiensi, Peningkatan PAD dan Sinkronisasi Program Prioritas  

17
×

DKP Sulbar Matangkan Perencanaan APBD 2027, Fokus Efisiensi, Peningkatan PAD dan Sinkronisasi Program Prioritas  

Sebarkan artikel ini

MAMUJU (pelitapagi.com) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan penyusunan program dan kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027. Efisiensi anggaran, keterpaduan perencanaan antarbidang, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dukungan terhadap program prioritas pembangunan daerah dan nasional menjadi fokus utama pembahasan.

Pembahasan tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dengan dukungan koordinasi Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, khususnya dalam menyelaraskan program perangkat daerah dengan prioritas pembangunan melalui PANCADAYA.

Rapat tindak lanjut penyusunan anggaran tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, di Aula DKP Sulbar, Rabu (21/10/2026). Rapat dihadiri Sekretaris Dinas, para pejabat administrator di lingkup DKP Sulbar, Perencana Ahli Muda, serta staf teknis terkait.

Efisiensi Anggaran Harus Tetap Berorientasi pada Hasil

Dalam pembahasan, efisiensi masih menjadi perhatian utama dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran tahun 2027. Efisiensi tidak hanya dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi juga sebagai upaya memastikan setiap alokasi anggaran benar-benar mendukung program prioritas dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, menekankan pentingnya perencanaan yang terarah, terukur, dan saling terintegrasi antarbidang teknis.

“Dalam menyusun perencanaan anggaran tahun 2027, kita harus benar-benar memperhatikan efisiensi dan memastikan setiap program yang diusulkan memiliki keterkaitan yang jelas dengan prioritas pembangunan daerah. Setiap bidang teknis harus mampu menyelaraskan program dan kegiatannya agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Safaruddin.

Menurutnya, usulan program tidak seharusnya disusun secara parsial oleh masing-masing bidang. Setiap kegiatan perlu memiliki hubungan yang jelas dengan sasaran pembangunan sektor kelautan dan perikanan, sehingga pelaksanaannya dapat saling mendukung dan tidak menimbulkan tumpang tindih.

Pendekatan ini penting agar perencanaan anggaran tidak berhenti pada daftar kegiatan dan besaran belanja, tetapi juga menjelaskan keluaran (output) yang akan dihasilkan serta manfaat atau hasil (outcome) yang ingin dicapai.

Target PAD 2027 Diproyeksikan Rp670 Juta

Selain efisiensi, rapat juga membahas penyusunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk sementara, target PAD DKP Sulbar pada tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp670 juta.

Penetapan target tersebut perlu mempertimbangkan potensi riil, kapasitas organisasi, kewenangan, serta kemampuan masing-masing unit pengelola pendapatan. Dengan demikian, target yang ditetapkan tetap realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Optimalisasi PAD juga perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Peningkatan penerimaan daerah tidak semata-mata mengejar angka pendapatan, tetapi harus sejalan dengan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan kepentingan masyarakat.

Angka Rp670 juta tersebut masih merupakan target sementara yang akan menjadi bagian dari proses pembahasan dan penyempurnaan dokumen perencanaan anggaran tahun 2027.

Program DKP Diarahkan Mendukung PANCADAYA dan Prioritas KKP

Dalam rapat tersebut, setiap bidang teknis diminta mengidentifikasi program dan kegiatan yang memiliki kontribusi langsung terhadap prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui PANCADAYA. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *