BeritaDaerah

DKP Sulbar Luncurkan SIKAPITEN dan SIMPEL LAUT, Dorong Pelayanan Kelautan dan Perikanan Lebih Mudah dan Terintegrasi

14
×

DKP Sulbar Luncurkan SIKAPITEN dan SIMPEL LAUT, Dorong Pelayanan Kelautan dan Perikanan Lebih Mudah dan Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

MAMUJU (pelitapagi.com) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran dua inovasi pelayanan, yakni Sistem Informasi Kendali Administrasi dan Pelayanan Terpadu (SIKAPITEN) dan Sistem Pelayanan Cek Informasi Pemanfaatan Ruang Laut (SIMPEL LAUT), yang dilaksanakan di Aula DKP Sulbar, Senin (26/10/2026).

Peluncuran kedua aplikasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Rancangan Aksi Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (Latpim Administrator) pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur, serta memperkuat kualitas pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana.

Peluncuran tersebut dipimpin oleh Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, didampingi masing-masing reformer, yakni Sekretaris DKP Sulbar, Oktorio Abraham Saragih, selaku penggagas SIKAPITEN, serta Apriyadi Sukarman, selaku penggagas SIMPEL LAUT. Kegiatan ini turut dihadiri staf teknis DKP Sulbar dan staf teknis yang ditunjuk oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSS) Sulbar untuk memberikan pendampingan teknis kepada masing-masing reformer.

Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, menyampaikan bahwa pengembangan kedua aplikasi tersebut merupakan langkah untuk menjadikan pelayanan kelautan dan perikanan lebih tertata, mudah diakses, dan didukung oleh data yang lebih baik.

“Melalui SIKAPITEN dan SIMPEL LAUT, kami ingin mendorong pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital harus mampu mempermudah proses pelayanan, membantu masyarakat memperoleh informasi, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data yang akurat,” ujar Safaruddin.

SIKAPITEN, Satukan Kendali Administrasi dan Pelayanan

SIKAPITEN merupakan singkatan dari Sistem Informasi Kendali Administrasi dan Pelayanan Terpadu. Inovasi ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan administrasi sekaligus mengintegrasikan pelayanan dan pengaduan di lingkungan DKP Sulbar melalui sistem digital.

Pengembangan SIKAPITEN mencakup tiga area perubahan strategis. Pertama, area pelayanan publik dan pengaduan sebagai inti inovasi, yang diarahkan untuk mempermudah masyarakat menyampaikan kebutuhan maupun pengaduan. Kedua, area tata laksana dan proses bisnis, yaitu pembenahan alur kerja agar pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien. Ketiga, area kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM), yang berfokus pada penguatan kemampuan aparatur dalam menjalankan sistem pelayanan berbasis digital.

Pelaksanaan SIKAPITEN disusun secara bertahap agar pengembangannya berjalan terarah.

Dalam jangka pendek selama dua bulan, fokusnya adalah membangun sistem dan aplikasi SIKAPITEN hingga tersedia portal pelayanan dan pengaduan terpadu berbasis digital yang siap digunakan.

Dalam jangka menengah selama enam bulan, sistem ditargetkan terintegrasi dengan bidang-bidang teknis, meliputi pelayanan, Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), perikanan tangkap, perikanan budi daya, serta Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP). Integrasi juga direncanakan mencakup unit pelaksana teknis daerah (UPTD), yaitu PPI Palipi, PPI Banggae, PPI Kasiwa, dan BBIP Poniang. Tahap ini turut menekankan penguatan kapasitas SDM agar sistem dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sementara itu, dalam jangka panjang selama satu hingga dua tahun, SIKAPITEN diarahkan untuk mendukung terwujudnya satu basis data kelautan dan perikanan Sulawesi Barat yang terpadu. Data tersebut diharapkan mencakup informasi pengaduan dan potensi kelautan serta perikanan yang valid, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan strategis oleh Kepala DKP Sulbar maupun Gubernur Sulawesi Barat.

Dengan sistem yang terintegrasi, proses administrasi dan penanganan pengaduan diharapkan dapat dipantau dengan lebih baik. Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada kesiapan sistem, kelengkapan data, serta konsistensi setiap bidang dalam menerapkannya.

SIMPEL LAUT, Bantu Masyarakat Mengakses Informasi Ruang Laut

Selain SIKAPITEN, DKP Sulbar juga memperkenalkan SIMPEL LAUT, singkatan dari Sistem Pelayanan Cek Informasi Pemanfaatan Ruang Laut. Inovasi ini disiapkan sebagai kanal awal bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan ruang laut di wilayah Sulawesi Barat.

Informasi pemanfaatan ruang laut penting bagi berbagai pihak, terutama mereka yang membutuhkan kejelasan mengenai penggunaan ruang laut untuk kegiatan tertentu. Melalui SIMPEL LAUT, proses pencarian informasi diharapkan menjadi lebih mudah, tertata, dan didukung oleh data yang relevan.

Pengembangan SIMPEL LAUT dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap awal mencakup pembentukan dukungan dan tim efektif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan inovasi. Selanjutnya, dilakukan pemetaan proses pelayanan yang selama ini berjalan untuk mengetahui kebutuhan perbaikan dan menyusun rancangan proses pelayanan yang baru.

Tahapan berikutnya adalah standardisasi data permohonan serta penyediaan basis data spasial sebagai pendukung pelayanan. Data spasial merupakan data yang menunjukkan lokasi atau posisi suatu objek di permukaan bumi. Dalam konteks pemanfaatan ruang laut, data ini penting untuk membantu memberikan gambaran mengenai lokasi dan kondisi wilayah laut yang berkaitan dengan kebutuhan informasi masyarakat.

SIMPEL LAUT juga dikembangkan melalui pembangunan situs web sebagai kanal pelayanan. Dengan tersedianya kanal digital tersebut, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan memiliki akses yang lebih praktis untuk mencari informasi awal terkait pemanfaatan ruang laut.

Ke depan, keberhasilan SIMPEL LAUT tidak hanya ditentukan oleh tersedianya situs web, tetapi juga oleh kualitas informasi, pembaruan data, kemudahan penggunaan, dan kejelasan alur pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Kolaborasi dan Pendampingan Teknis Jadi Bagian Penting

Peluncuran kedua inovasi ini turut melibatkan staf teknis DKP Sulbar dan pendamping teknis yang ditunjuk oleh DiskominfoSS. Keterlibatan tersebut diharapkan membantu memastikan bahwa pengembangan aplikasi berjalan sesuai kebutuhan organisasi, baik dari sisi proses pelayanan maupun dukungan teknologinya.

Pendampingan teknis juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain pengembangan aplikasi, kesiapan sumber daya manusia, kedisiplinan dalam pengelolaan data, serta koordinasi antarbidang diperlukan agar inovasi tidak berhenti pada tahap peluncuran.

SIKAPITEN dan SIMPEL LAUT memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling mendukung dalam memperkuat pelayanan DKP Sulbar. SIKAPITEN berorientasi pada pengendalian administrasi, integrasi pelayanan, dan pengelolaan pengaduan. Sementara itu, SIMPEL LAUT berfokus pada penyediaan akses informasi mengenai pemanfaatan ruang laut.

Keduanya diharapkan menjadi bagian dari langkah pembenahan pelayanan publik yang lebih modern dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, sekaligus menjadi wujud penerapan hasil pembelajaran kepemimpinan ke dalam inovasi nyata di lingkungan pemerintahan.

Melalui pengembangan kedua inovasi tersebut, DKP Sulbar berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan di sektor kelautan dan perikanan. Ke depan, penerapan sistem secara konsisten, dukungan seluruh unit kerja, serta pemutakhiran data akan menjadi faktor penting untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *