BeritaDaerah

Kopi Mamasa Resmi Diperkuat melalui Launching Indikasi Geografis Arabika dan Robusta  

22
×

Kopi Mamasa Resmi Diperkuat melalui Launching Indikasi Geografis Arabika dan Robusta  

Sebarkan artikel ini

Mamasa (pelitapagi.com) Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa turut diwarnai dengan kegiatan Launching Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika dan Kopi Robusta, yang berlangsung di Lapangan Kondosapata, Mamasa, Senin (17/8/2026).

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia, menghadiri kegiatan tersebut berdasarkan arahan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin.

Launching IG Kopi Arabika dan Kopi Robusta menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas dan daya saing kopi asal Mamasa. Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Barat yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, khususnya di Kabupaten Mamasa yang dikenal memiliki potensi produksi kopi Arabika maupun Robusta.

Indikasi Geografis merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal suatu produk yang memiliki karakteristik, kualitas, reputasi, atau ciri khas tertentu karena faktor geografis daerah tersebut. Pada komoditas kopi, karakteristik tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi iklim, tanah, lingkungan, serta pengetahuan dan budaya masyarakat setempat dalam membudidayakan dan mengolah kopi.

Dengan adanya Indikasi Geografis, identitas dan keaslian kopi Mamasa diharapkan semakin terlindungi, sekaligus mencegah penggunaan nama daerah secara sembarangan oleh produk yang tidak berasal dari wilayah tersebut.

Sekretaris Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia, menyampaikan bahwa peluncuran IG Kopi Arabika dan Robusta merupakan momentum strategis bagi pengembangan perkebunan kopi di Sulawesi Barat.

“Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Sulawesi Barat, dan Kabupaten Mamasa memiliki potensi yang sangat besar, baik untuk kopi Arabika maupun Robusta. Karena itu, adanya Indikasi Geografis menjadi bagian penting untuk memberikan perlindungan terhadap identitas dan kekhasan kopi Mamasa sekaligus meningkatkan nilai tambah serta daya saingnya,” kata Andi Sitti Kamalia.

Ia menambahkan, penguatan Indikasi Geografis perlu diikuti dengan upaya menjaga kualitas produksi, konsistensi mutu, serta keterlibatan aktif petani dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap dengan adanya IG ini, petani semakin termotivasi untuk menjaga kualitas dan karakteristik kopi Mamasa. Pemerintah akan terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan unggulan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, melalui arahannya mendorong agar momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan komoditas kopi sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Peluncuran IG Kopi Arabika dan Robusta Mamasa diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk, memperkuat branding kopi daerah, serta menjadikan kopi Mamasa semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan perlindungan Indikasi Geografis, kopi Mamasa tidak hanya dipandang sebagai produk perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari kekayaan daerah yang memiliki identitas, sejarah, budaya, dan karakteristik geografis yang khas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *