BeritaDaerah

Pemprov Sulbar Gelar Nobar dan Layanan Publik di Car Free Day, Targetkan Multiplier Effect  

13
×

Pemprov Sulbar Gelar Nobar dan Layanan Publik di Car Free Day, Targetkan Multiplier Effect  

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Suasana Car Free Day di Jalan Arteri Mamuju, berubah menjadi luapan euforia Piala Dunia 2026, Minggu 28 Juni 2026. Ratusan warga memadati lokasi nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Di sisi lain, deretan lapak UMKM ikut ramai diserbu pembeli.

Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Tak hanya menyaksikan pertandingan, masyarakat juga mengikuti berbagai layanan publik yang disiapkan di lokasi.

Kegiatan tersebut diawali dengan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan Samsat Keliling, layanan keimigrasian, hingga berbagai aktivitas lainnya yang dipadukan dengan nobar Piala Dunia.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama jajaran pemerintah baik di pemerintah daerah, Forkompinda dan juga vertikal itu bersama-sama masyarakat mengikuti kegiatan senam bersama dan sekaligus nonton bareng, ini dalam bentuk euforia kita dalam ajang Piala Dunia tahun 2026 ini,” kata Junda Maulana.

Namun, menurut Junda Maulana, tujuan kegiatan itu tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Pemerintah sesuai arahan Gubernur Suhardi Duka juga ingin memastikan perputaran ekonomi ikut dirasakan pelaku usaha kecil.

“Yang terpenting dari kegiatan ini kita harus ada multiplier effect yaitu ekonomi, ekonomi kerakyatan, UMKM kita banyak terlibat di sini dan kita memberikan voucher kepada pengunjung untuk bisa menukarkan vouchernya untuk bahan jajanan yang ada di UMKM ini,” ujarnya.

Puluhan lapak UMKM berjejer di sekitar area nobar. Banyak pengunjung yang datang nonton bersama sembari membeli aneka makanan dan minuman, sehingga transaksi di lokasi berlangsung sepanjang acara.

Junda mengatakan, semangat Piala Dunia mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang apakah mereka penggemar sepak bola atau tidak. Yang terpenting, kata dia, kegiatan tersebut ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Yang terpenting disini ekonominya bergerak juga, euforia sepak bola itu juga berdampak kepada ekonomi, sehingga UMKM ini banyak kita libatkan dan Alhamdulillah ada perputaran ekonomilah yang terjadi di kegiatan ini,” tuturnya.

Ke depan, Junda berharap pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat juga menggelar nobar serupa agar euforia Piala Dunia bisa berdampak untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Junda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan serta seluruh unsur pemerintah dan masyarakat yang ikut menyukseskan acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *