MAMUJU (pelitapagi.com) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat, Kain Lotong, menegaskan akan memulai tugasnya dengan melakukan konsolidasi internal bersama seluruh pejabat dan staf di lingkup dinas yang dipimpinnya.
Hal tersebut disampaikan Kain Lotong usai dilantik oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Mamuju, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran di DPMPTSP Sulbar untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait program dan potensi yang ada.
“Yang pertama tentu kami akan konsolidasi dengan teman-teman, para pejabat dan staf. Kita konsolidasi dulu, saya memperkenalkan diri, kemudian melihat potensi yang ada serta mendapatkan gambaran apa yang selama ini dikerjakan,” kata Kain Lotong.
Ia menjelaskan, dari proses tersebut pihaknya akan menentukan program mana yang perlu dilanjutkan, dikembangkan, maupun diperkuat melalui inovasi baru.
Menurutnya, seluruh langkah tersebut akan tetap berpedoman pada visi pembangunan daerah yang tertuang dalam konsep “Pancadaya” yang diusung Gubernur Sulbar Suhardi Duka.
“Tentu apa yang akan kita teruskan dan apa yang akan kita kembangkan, termasuk inovasi, semuanya berdasarkan dengan Pancadaya dari Bapak Gubernur,” ujarnya.
Terkait penugasannya dari Kabupaten Mamasa ke Pemprov Sulbar, Kain Lotong mengaku tidak mengalami kesulitan beradaptasi. Ia menyebut telah lama memiliki jejaring kerja dengan banyak pejabat di lingkungan Pemprov Sulbar.
“Saya kira tidak terlalu masalah karena kita sudah sering bolak-balik ke Pemprov Sulbar. Teman-teman juga di sini cukup banyak yang sudah saya kenal, para pejabat eselon dua juga sudah lama saling mengenal,” katanya.
Ia menilai jejaring yang telah terbangun selama ini akan mempermudah koordinasi dan kerja sama dalam menjalankan tugas di DPMPTSP Sulbar.
Kain Lotong juga menyebut saat ini dirinya menjadi satu-satunya putra Mamasa yang dilantik dalam jajaran pejabat tahun 2026 di lingkup Pemprov Sulbar. Meski begitu, ia berharap ke depan akan semakin banyak putra daerah Mamasa yang dapat berkontribusi di pemerintahan provinsi.
“Untuk sementara mungkin baru saya, tapi ke depan masih banyak peluang. Kita berharap komunikasi berjalan baik sehingga teman-teman dari Mamasa bisa lebih banyak lagi bergabung dan mengisi pos-pos di Pemprov Sulbar,” tuturnya.
Ia menambahkan, peluang tersebut tidak hanya terbuka pada jabatan pimpinan tinggi, tetapi juga bagi aparatur pada level administrator yang ingin berkarya di lingkungan Pemprov Sulbar.














