Mamuju (pelitapagi.com) ³ Setahun sudah duet Suhardi Duka dan Salim S Mengga memimpin Sulawesi Barat. Dalam kurun waktu itu, sejumlah capaian mulai terlihat. Salah satunya pemerataan pembangunan.
Tak ada lagi ketimpangan antarwilayah seperti sebelumnya. Program provinsi dan kabupaten kini berada dalam satu jalur yang sama.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyebut, pemerintahannya mengsinergikan program pembangunan di enam kabupaten. Hubungan provinsi dan kabupaten sekarang tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
“Tidak lagi terdengar di kabupaten bahwa provinsi adalah kabupaten yang ketujuh, sekarang antara kabupaten dengan provinsi menjadi satu dengan kebutuhan yang sama, yaitu membangun daerah dengan sebaik-baiknya,” jelas Suhardi Duka saat buka puasa bersama dan refleksi satu tahun kepemimpinan SDK – JSM yang digelar di Masjid Raya Suada Mamuju, Jumat 20 Februari 2026.
Capaian itu diraih ditengah efisiensi anggaran. Meski begitu kata Suhardi Duka, berkat kerja keras sejumlah program dari pemerintah pusat bisa masuk di Sulbar.
Bahkan, nilai program yang masuk disebut lebih besar dibanding anggaran daerah yang sebelumnya dipangkas.
“Mungkin kita dipotong 300 Miliar, tapi dengan kemampuan lobi kita di Jakarta menurunkan 500 Milliar kembali, saya kira sama saja,” jelasnya.
Dikesempatan itu, Gubernur Sulbar juga menyampaikan sejumlah capaian kinerja selama setahun.
Pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat 5,36 persen, di atas rata-rata nasional 5,11 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun naik dari 70,46 menjadi 71,16.
Di sektor infrastruktur, kondisi jalan provinsi meningkat dari 46,89 persen menjadi 49,77 persen. Angka kemiskinan turun dari 10,71 persen menjadi 10,18 persen.
Gini rasio atau tingkat ketimpangan ikut membaik, dari 0,316 menjadi 0,308.
Dalam satu tahun kepemimpinan Suhardi Duka dan Salim S Mengga (SDK–JSM), indeks reformasi birokrasi juga berada di angka 73,76 dengan kategori BB.













