AdvertorialBeritaDaerah

Sutinah, Orientasi Kepramukaan Untuk Penyatuan Persepsi Antara Kwartir, Pemkab dan Mabigus

43
×

Sutinah, Orientasi Kepramukaan Untuk Penyatuan Persepsi Antara Kwartir, Pemkab dan Mabigus

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com)  Sebagai upaya menyatukan persepsi dalam kemajuan gerakan pramuka di Kabupaten Mamuju, Kwarcab Mamuju menggelar orientasi kepramukaan di Aula Kantor Bupati Mamuju, Jumat (7/08)

Ketua Mabicab Kwarcab Mamuju, St. Sutinah Suhardi dalam sambutanya mengatakan kegiatan orientasi kepramukaan tersebut diharapkan tumbuh pemahaman komitmen dan kepedulian seluruh ketua Mabigus terhadap pentingnya pendidikan ke pramukaan sebagai wahana pembentukan karakter generasi muda.

“Kita lakukan orientasi dulu menyatukan persepsi teman-teman kwartir cabang mamuju, pemerintah kabupaten dan teman-teman yang ada di gugus depan atau yang ada di sekolah-sekolah sehingga kita bisa laksanakan ektrakulikuler untuk pramuka dengan baik dan lancar,”ucap Sutinah

Kata dia orientasi kepramukaan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat peran strategis majelis pembimbing mewujudkan gugus depan yang aktif, berkualitas berdaya saing dan mampu menghasilkan generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter dan cinta tanah air serta memiliki kecakapan hidup sesuai dengan gerakan pramuka

Sementara itu, Ketua Panitia Orientasi kepramukaan Febrianto Wijaya kepada media mengatakan kegiatan oruentasi tersebut merupakan inisiasi dari kaka Kwartir Cabang Mamuju untuk bagaimana melibatkan secara ful dan intens teman-teman yang ada di mabigus.

“Orientasi ini sebenarnya bentuk nya dalam tanda kutip seperti TOT, yang kemudian nanti para sekolah ini bisa menghafalkan dan mengaplikasikan pancasila disetiap sekolah-sekolah nya,”ujar Febrianto

Olehnya seperti yang ditegaskan oleh Bupati Sutinah bahwa kegiatan ini tidak sekedar seremonial akan tetapi betul-betul disatiadarmakan.

Lebih lanjut dikatakan ketika gerakan pramuka mampu dijadikan kegiatan ekstrakulikuler yang luar biasa di sekolah,
dimungkinkan sekolah tidak lagi membutuhkan seorang guru BP.

“saya pikir guru BP nanti tidak diperlukan lagi, mungkin yah, karena kemandirian, mentalitas dan banyak macam itu didapatkan di pramuka, termasuk saya walaupun sampai level SD tapi setidaknya jadi modal,”ungkap Febrianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *