BeritaDaerah

Tim Pencegahan SGW Sulbar Perkuat Literasi Digital Santri Tangkal Paham IRET

20
×

Tim Pencegahan SGW Sulbar Perkuat Literasi Digital Santri Tangkal Paham IRET

Sebarkan artikel ini

Mateng (pelitapagi.com) Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat melalui Tim Pencegahan SGW Sulbar bersama Satuan Binmas Polres Mamuju Tengah menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Pondok Pesantren Minbaul Khair, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menghadirkan personel Tim Pencegahan SGW Sulbar, yakni Bripka Ismail Azis dan Briptu Muh.

Affany Aghny, sebagai narasumber. Turut hadir Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah Yosep Herman Dolu, Pengurus Ponpes Minbaul Khair Ust. Budi Eko Purwanto, personel Binmas Polres Mamuju Tengah, serta 128 santri dan santriwati.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para santri mengenai bahaya penyebaran paham IRET yang dapat masuk melalui berbagai media, seperti game online, media sosial, maupun pergaulan di ruang digital.

Dalam sambutannya, Pengurus Ponpes Minbaul Khair, Ust. Budi Eko Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah hadir memberikan edukasi kepada para santri.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu sebagai upaya mengantisipasi paparan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Mamuju Tengah, Yosep Herman Dolu, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan nilai agama, Pancasila, dan persatuan bangsa.

Ia mengingatkan para santri agar mampu menyaring informasi yang diterima serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang mengandung unsur intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme.

Pada sesi penyampaian materi, Tim Pencegahan SGW Sulbar menjelaskan bahwa sosialisasi dilakukan secara bertahap kepada seluruh elemen masyarakat sebagai langkah pencegahan penyebaran paham IRET. Tim juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Berbagai materi disampaikan kepada peserta, di antaranya bahaya bullying, dampak negatif game online, anak-anak dan perempuan sebagai kelompok yang rentan menjadi sasaran propaganda radikal, kelompok masyarakat yang berpotensi terpapar paham radikalisme, potensi radikalisme dan terorisme bagi pelajar Indonesia, serta pemahaman bahwa terorisme merupakan proses yang diawali dengan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, penegasan bahwa terorisme tidak merujuk pada agama tertentu, langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan bersama para pemangku kepentingan, serta pentingnya menjaga empat konsensus dasar bangsa sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan ini diharapkan para santri memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk penyebaran paham IRET, mampu menggunakan media digital secara bijak, serta menjadi agen perdamaian yang turut menjaga persatuan, toleransi, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *