MAMUJU (pelitapagi.com) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menghadiri pembukaan gelaran Manakarra Fair 2026 yang berlangsung semarak di Maleo Town Square (Matos), Mamuju, Jumat malam (10 Juli 2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Dinas ESDM dalam mengawal kesiapan kelistrikan dan keandalan energi guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor industri kreatif dan UMKM.
Acara tahunan yang dinantikan masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Pembukaan ini turut dihadiri oleh Bupati Mamuju, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat yang memadati area kegiatan.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi pelaksanaan festival ini.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, khususnya Ibu Suraidah Suhardi. Lima tahun berturut-turut Manakarra Fair telah membuktikan bahwa sebuah event mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” kata Junda.
Menyelaraskan hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah yang digerakkan oleh event besar dan sektor UMKM seperti Manakarra Fair membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, salah satunya adalah kepastian pasokan energi. Oleh karena itu, Dinas ESDM berkomitmen memastikan sektor energi siap menopang aktivitas perekonomian ini.
Kehadiran dan dukungan penuh jajaran Dinas ESDM dalam festival ini juga merupakan langkah konkret dalam mengintervensi program prioritas Pancadaya yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya pada pilar Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM. Melalui pilar ini, Pemerintah Provinsi berkomitmen menciptakan ekosistem yang suportif bagi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas, di mana kepastian regulasi dan ketersediaan infrastruktur dasar seperti energi menjadi faktor krusial di dalamnya.
“Manakarra Fair adalah bukti nyata geliat ekonomi kreatif kita terus tumbuh. Dari kacamata ESDM, keramaian dan produktivitas UMKM di Matos malam ini menjadi pengingat penting bagi kami untuk terus mengawal ketahanan dan keandalan energi di Sulawesi Barat. Kita ingin memastikan bahwa para pelaku usaha, baik skala makro maupun UMKM, dapat beraktivitas dengan produktif tanpa kendala pasokan daya,” ungkap Bujaeramy usai kegiatan.
Ia menambahkan, sinergi dan kehadiran seluruh jajaran OPD dalam pembukaan ini merupakan bentuk soliditas Pemprov Sulbar di bawah arahan Gubernur dalam mengawal pembangunan daerah yang berkelanjutan. Event ini diharapkan menjadi daya tarik investasi dan kolaborasi sektor perekonomian lebih luas di Bumi Manakarra.












