BeritaDaerah

Kemarau Panjang Picu Karhutla di Desa Sumare, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Selama 8 Jam 

22
×

Kemarau Panjang Picu Karhutla di Desa Sumare, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Selama 8 Jam 

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda kawasan hutan di Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis malam (28/05/2026).

Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh kondisi musim kemarau panjang yang tengah melanda sebagian besar wilayah Mamuju, sehingga menyebabkan vegetasi hutan menjadi kering dan mudah terbakar hingga menghanguskan beberapa hektar lahan.

Example 728x250

Peristiwa ini pertama kali diketahui berdasarkan laporan masyarakat yang mendapati titik api mulai membesar di area belakang rumahnya. Laporan tersebut segera direspons cepat oleh Anggota Tim 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sulawesi Barat yang langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 18.00 WITA.

Respons cepat ini sebagai bentuk komitmen dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Setibanya di lokasi, Tim 2 Damkar Provinsi segera melakukan koordinasi taktis dengan pemerintah desa setempat dan bersinergi dengan tim gabungan lainnya. Tantangan berat harus dihadapi oleh petugas di lapangan karena titik api utama berjarak kurang lebih 1 kilometer dari akses kendaraan dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki menembus medan yang sulit.

Aksi pemadaman ini melibatkan kekuatan penuh dari sarana prasarana dan personil gabungan, antara lain 1 unit Armada Damkar Provinsi (4 personil), 1 unit Armada Damkar Kabupaten Mamuju (5 personil), 1 unit Armada Tangki BPBD Provinsi beserta personil, 1 unit Armada Tangki BPBD Kabupaten beserta personil, serta dukungan penuh dari Balai Darkarhut Provinsi, pemerintah setempat, dan masyarakat yang bahu-membahu secara swadaya.

Upaya keras tim gabungan bersama masyarakat dalam melokalisir dan memadamkan kobaran api yang terus menyebar akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku melawan api selama kurang lebih 8 jam, titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Setelah situasi dipastikan aman dan kondusif, Anggota Tim 2 Damkar menarik diri dan kembali ke posko utama.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Andi Juandi, memberikan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Jika menemukan tanda-tanda kebakaran, segera melaporkan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Aksan Amrullah, yang meminta peran aktif warga dalam mengantisipasi karhutla di lingkungan masing-masing.

Melalui peristiwa ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Sulawesi Barat, khususnya di daerah rawan kekeringan, dapat semakin meningkat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau tindakan memicu api lainnya demi menjaga kelestarian lingkungan dan meminimalisir dampak kerugian material maupun kerusakan ekosistem hutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *