Mamasa (pelitapagi.com) Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan mengunjungi Kabupaten Mamasa, tepatnya di Kecamatan Mambi, Rabu, 4 Maret 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulbar didampingi Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana, Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, jajaran kepala OPD, serta unsur Forkopimda.
Agenda Safari Ramadan diawali mengunjungi proyek infrastruktur jalan di Mambi-Urekang, di lanjutkan dengan buka puasa bersama di kediaman Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman. Pada kesempatan itu, Gubernur menyerahkan 500 paket sembako kepada masyarakat, menandatangani empat prasasti ruas jalan yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, serta menyerahkan santunan kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga ahli waris.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa pembangunan provinsi dan kabupaten merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“Antara provinsi dan kabupaten itu satu kesatuan. Membangun provinsi berarti membangun kabupaten, dan membangun kabupaten juga berarti membangun provinsi,” ujar Suhardi Duka.
Ia menjelaskan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan, hingga angka kemiskinan dihitung secara kolektif dari seluruh kabupaten, sehingga pemerintah provinsi hadir untuk menutup celah pembangunan yang belum mampu dijangkau pemerintah kabupaten.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di Mamasa merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.
“Penempatan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan daerah berdasarkan usulan pemerintah kabupaten. Prinsipnya, kita memikul beban pembangunan ini secara bersama-sama,” jelasnya.
Gubernur Suhardi Duka juga mengibaratkan kehidupan masyarakat sebagai beban yang harus dipikul dalam berbagai aspek, mulai dari konsumsi, pendidikan, kesehatan hingga transportasi.
“Pemerintah hadir untuk mengambil sebagian beban rakyat, terutama bagi masyarakat yang sudah tidak mampu lagi memikulnya,” katanya.
Ia mencontohkan peran pemerintah melalui pemberian beasiswa pendidikan, jaminan kesehatan, bantuan sosial, hingga bantuan pangan sebagai bentuk nyata kehadiran negara.
Meski demikian, Suhardi Duka mengingatkan bahwa pemerintah memiliki keterbatasan sehingga diperlukan kerja sama dan kemandirian masyarakat.
“Pemerintah akan selalu hadir sesuai kemampuan yang dimiliki, namun masyarakat juga perlu berusaha bersama-sama menghadapi tantangan,” tambahnya.
Gubernur Suhardi Duka menyampaikan dirinya terus memantau kondisi infrastruktur di berbagai wilayah Sulawesi Barat, termasuk jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan.
“Saya selalu memantau kondisi di daerah. Jika ada kebutuhan mendesak, pemerintah provinsi siap turun membantu penyelesaiannya,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, serta merawat harmoni di tengah keberagaman suku dan agama.
“Mari kita jaga komunikasi dan harmoni tanpa membedakan suku maupun agama, karena saling menghargai adalah kekuatan utama bangsa,” pesannya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Suhardi Duka (SDK) mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk meningkatkanu ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak sedekah.
Penyaluran 500 paket sembako, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran pemerintah membawa manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat. Siapa pun yang memiliki kelebihan, mari berbagi kepada yang membutuhkan,” tutup Suhardi Duka. (*)














