Example 728x250
AdvertorialBeritaDaerah

Satu Tahun Nahkodai Mamuju, Tina-Yuki Mulai Perlihatkan Progres Pembangunan

10
×

Satu Tahun Nahkodai Mamuju, Tina-Yuki Mulai Perlihatkan Progres Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Mamuju (pelitapagi.com) Satu tahun kepemimpinam Sitti Sutinah Suhardi (Tina) dan Yuki Permana, S.T.  untuk Kabupaten Mamuju sebagai Bupati dan Wakil Bupati. berbagai progres pembangunan mulai terlihat, baik secara fisik maupun non-fisik.

Mulai dari sektor infrastruktur, perbaikan jalan yang dikerjakan melalui sinergi berbagai tingkatan pemerintahan telah membawa perubahan signifikan dibanding masa sebelumnya. Namun, yang tak kalah menarik adalah capaian makro pembangunan yang justru menunjukkan perbaikan kualitas di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamuju tahun 2025 berada di angka 4,07 persen. Angka ini mengalami normalisasi dibanding capaian tahun 2024 yang mencapai 6,47 persen. Kepala Bapperida Kabupaten Mamuju, Budianto Muin, menjelaskan bahwa perlambatan ini dipengaruhi oleh moderasi sektor pertanian dan industri pengolahan berbasis CPO, serta berkurangnya dorongan fiskal dari proyek-proyek tertentu yang sebelumnya menjadi motor pertumbuhan.

Meski secara kuantitas melambat, kualitas pertumbuhan justru menunjukkan tren positif. Beberapa indikator sosial mengalami perbaikan signifikan:

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berhasil ditingkatkan dari 71,86 pada tahun 2024 menjadi 72,77 di tahun 2025.

Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 7,15 persen menjadi 6,99 persen. Artinya, semakin banyak warga Mamuju yang keluar dari garis kemiskinan.

Ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) membaik dari 0,425 menjadi 0,401. Ini membuktikan bahwa distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.

Indeks Reformasi Birokrasi didorong hingga mencapai 70,28 dengan predikat BB, menandakan tata kelola pemerintahan yang semakin baik.

Indeks Daya Saing Daerah mencatat pencapaian tertinggi dibanding seluruh kabupaten di Sulawesi Barat, melonjak dari 3,60 menjadi 3,75.

Budianto Muin menekankan bahwa data-data tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat.

“Meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, indikator sosial justru menunjukkan perbaikan. Penurunan kemiskinan, membaiknya distribusi pendapatan, serta peningkatan IPM dan daya saing daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun 2025 relatif lebih inklusif dan berorientasi pada pemerataan,” jelasnya.

Artinya, manfaat pembangunan kini mulai dirasakan lebih luas oleh masyarakat, tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Ekonomi Mamuju tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh dengan kualitas yang lebih baik.

Dengan berbagai capaian ini, visi “Mamuju Keren” yang diusung kepemimpinan Tina-Yuki mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar slogan, tetapi terukur dalam data dan dirasakan manfaatnya oleh warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250