Mamuju (pelitapagi.com) Menahkodai Kabupaten Mamuju sebagai Bupati Dan Wakil Bupati, Dr.Hj.Sitti Sutinah Suhardi (Tina) dan Yuki Permana,S.T (Yuki), langsung memperlihatkan progres pembangunan secara konkret, baik dari aspek pembangunan fisik infrastruktur terutama jalan yang telah terlihat telah sangat berbeda dari masa sebelumnya yang telah dikerjakan melalui sinergi berbagai tingkatan pemerintahan sampai pada pembangunan dari kacamata makro juga telah berhasil di dongkrak naik.
Meskipun secara umum laju pertumbuhan ekonomi kabupaten mamuju diakui mengalami pelambatan, sebab tahun 2024 mencapai angka 6,47 persen dan di tahun 2024 hanya mencapai 4,07 persen.
Namun disisi lain pemerintah daerah yang masih mengusung visi Mamuju Keren telah mampu mendorong kemajuan pembangunan pada statistik pembangunan lainnya seperti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tahun 2024 telah mencapai 71,86 berhasil ditingkatkan lagi di tahun 2025 menjadi 72,77.
Demikian halnya tingkat kemiskinan yang tahun sebelumnya mencapai 7,15 berhasil diturunkan ditahun 2025 menjadi 6,99.
serupa pula pada Indeks reformasi birokrasi yang telah mampu di dorong menjadi 70,28 dengan nilai BB. Adapun capaian lain meliputi Ketimpangan pendapatan yang tahun sebelumnya sebanyak 0,425, berhasil diturunkan menjadi hanya 0,401.
Hal positif yang sama juga terjadi pada data Gini ratio ( ketimpangan pendapatan ) yang mana berdasarkam data yang telah direlease BPS, telah terjadi penurunan ketimpangan dari 0,425 pada tahun 2024 menurun menjadi 0,401 pada tahun 2025.
Bahkan Indeks daya saing daerah menjadi pencapaian tertinggi semua kabupaten di Sulawesi barat yang sebelumnya hanya 3,60 telah meningkat menjadi 3,75.
Kepala Bapperida kabupaten mamuju, Budianto Muin, menggambarkan,Pertumbuhan ekonomi Mamuju tahun 2025 sebesar 4,07 persen menunjukkan ekonomi tetap ekspansif, namun mengalami normalisasi setelah pertumbuhan tinggi 6,47 persen pada 2024. Perlambatan ini diduga dipengaruhi oleh moderasi pertumbuhan sektor pertanian dan industri pengolahan berbasis CPO, serta berkurangnya dorongan fiskal dan proyek-proyek tertentu yang pada tahun sebelumnya mendorong pertumbuhan lebih tinggi,
Pertumbuhan dibandingkan dengan ketimpangan (gini ratio), gini ratio menurun dari 0,425 ke 0,401. Maknanya distribusi pendapatan membaik. Dan manfaat ekonomi lebih merata, jadi meskipun Pertumbuhan ekonomi melambat namun kualitas distribusi justru membaik.
Kesimpulannya,tambah Budi, Meskipun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mamuju tahun 2025 melambat menjadi 4,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, indikator sosial menunjukkan perbaikan kualitas pembangunan. Penurunan kemiskinan, membaiknya distribusi pendapatan (Gini Ratio), serta peningkatan IPM dan daya saing daerah menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun 2025 relatif lebih inklusif dan berorientasi pada pemerataan. (*)














