MAJENE (pelitapagi.com) Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat (Sulbar), Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 yang digelar di Kabupaten Majene.
Saat melepas para peserta Sandeq Silumba, Sabtu (26/9/2026), Kapolda Sulbar menyebut tradisi bahari masyarakat Mandar tersebut merupakan salah satu warisan budaya luar biasa yang menjadi kekayaan Sulawesi Barat.
Menurutnya, Sandeq Silumba bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga bagian dari identitas dan warisan budaya maritim yang harus terus dirawat, dijaga, serta dikembangkan secara konsisten.
“Alhamdulillah hari ini kita melepas satu tradisi yang luar biasa, budaya daerah Provinsi Sulbar yaitu Sandeq Silumba,” ujar Adi Deriyan di Majene, Sabtu (26/9/2026).
Jenderal bintang dua itu juga menilai Sandeq Silumba memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda pariwisata nasional. Karena itu, menurutnya, keberlangsungan kegiatan tersebut membutuhkan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak.
“Ini sudah menjadi agenda pariwisata nasional yang harus terus kita jaga keberlangsungannya,” tegasnya.
Menariknya, dukungan Kapolda Sulbar tidak berhenti pada kehadiran dan pelepasan peserta. Adi Deriyan bahkan memastikan Polda Sulbar akan ambil bagian langsung dalam ajang Sandeq Silumba pada tahun mendatang.
Ia mengungkapkan, Polda Sulbar berencana menyiapkan sebuah perahu sandeq yang akan membawa nama institusi kepolisian, dengan personel Polri sebagai pengawak atau passandeq.
“Tadi malam saya sudah mengikrarkan bahwa tahun depan, insya Allah Polda Sulbar akan menjadi salah satu peserta Sandeq Silumba. Kami siapkan perahu sandeq yang diawaki langsung oleh anggota kepolisian,” ungkapnya.
Menurut Adi Deriyan, keterlibatan langsung personel kepolisian tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus dukungan terhadap warisan budaya maritim Nusantara yang tumbuh dan berkembang di Sulawesi Barat.
Kapolda juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap Sandeq Silumba. Dari tahun ke tahun, keterlibatan masyarakat dinilai semakin besar sehingga menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan event tersebut.
“Laporan dari Ketua Penyelenggara menunjukkan animo masyarakat makin hari makin tinggi. Keterlibatan warga luar biasa, makanya harus terus kita jaga dan kita harapkan ini konsisten menjadi agenda tahunan Provinsi Sulbar,” pungkasnya.
Dengan rencana keikutsertaan Polda Sulbar pada tahun depan, Sandeq Silumba tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya Mandar, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan aparat dalam memperkuat identitas budaya serta potensi pariwisata Sulawesi Barat.






